Motivator nomor Satu

“Keep your friend close, keep your enemy closer”, adalah salah satu kutipan yang menjadi panutan saya dalam menjalani hidup, termasuk dalam menjalani bisnis. Musuh di dalam usaha disebut sebagai kompetitor yang biasanya menawarkan produk atau pelayanan yang sama sehingga kita harus bersaing merebut hati para konsumen. Kenapa saya lebih senang mendekatkan diri dengan “musuh” seperti ini? Jawabannya simpel, motivasi!

Menurut saya, kompetitor adalah salah satu motivator yang paling kuat ketika menjalani bisnis. Ketika kita menawarkan suatu produk yang sama dengan kompetitor, kita ditantang untuk menjadi lebih kreatif, lebih berinovasi untuk menawarkan produk yang lebih dari apa yang ditawarkan oleh kompetitor.

Di dalam usaha yang saya tekuni, produk kreasi kerajinan tangan ini, sudah berpuluh-puluh kompetitor yang menjamur di berbagai daerah di Indonesia, bahkan para crafter ini, sudah berkreasi lebih dari 10 tahun dan mereka terus berkembang. Ditambah dengan adanya perkembangan dunia teknologi yang sekarang, bisnis kerajinan tangan bukan lagi menjadi bisnis lokal yang menawarkan produk hanya ke tetangga atau ibu-ibu arisan, tapi sudah bisa menawarkan ke luar daerah, seluruh Indonesia dan luar Negara. Tidak perlu heran lagi ketika beberapa crafter sudah sering terlihat mondar-mandir di layar kaca, meskipun hanya sekedar menawarkan atau bahkan mengajarkan cara-cara membuat kreasi yang unik, bahkan beberapa di antaranya sudah menerbitkan buku dilengkapi dengan berbagai pola dan hasil kreasi yang bisa diciptakan. Pertanyaannya, apakah saya dan mungkin beberapa newbie crafter akan mundur ketika kita tahu bahwa masih banyak hal yang kita harus lakukan sebelum menaklukkan pesaing kita? Saya harap kalian menjawab TIDAK dan mari kita berterima kasih untuk para kompetitor dan crafters yang menjadikan perjalanan usaha ini menjadi lebih menarik.

Nah, sekarang gimana sih caranya untuk tetap percaya diri menjalani usaha di dunia bisnis yang sudah penuh sesak ini? 5 langkah ini mungkin bisa menjadi pertimbangan kamu untuk terus bersaing.

1. Berkenalan dengan Bisnis Kamu.

Sebelum mengenal dan menunjuk-nunjuk siapa saja yang menjadi kompetitor kita, ada baiknya kita harus mengenal bisnis kita sendiri. Mungkin ada yang bingung kenapa saya bilang “kenalan”, sementara kamu sudah tahu luar dalam tentang bisnis kamu. Tujuannya adalah untuk mengetahui dimana posisi bisnis kamu berada.

Pelajari tentang dirimu

Pelajari tentang dirimu ~ link gambar

Contohnya, saya menjual sepatu bayi hasil jahitan tangan dengan menggunakan kain flanel. Ketika saya mencari tahu tentang produk sepatu bayi hasil jahitan tangan, saya melihat beberapa penjahit yang berkreasi dengan menggunakan bahan kain nylex, kain katun bahkan kulit sintetis. Awalnya saya kaget karena ternyata bahan yang saya gunakan mungkin terlalu “biasa”, sementara orang lain sudah berkreasi dengan bahan kain yang berbeda. Tapi dari awal saya lebih senang berkreasi dengan flanel dan memang ingin membuat bahan sepatu bayi yang lebih gampang di dapat, murah dan memiliki berbagai pilihan warna yang menarik. Ketika saya tahu dimana posisi bisnis saya dan dimana posisi produk saya, saya tidak lagi ingin berlama-lama menghabiskan waktu untuk mencari tahu tentang produk yang lain. Saya menganggap mereka bukanlah saingan utama saya, bukan kompetitor nomor satu.

Kenali posisi bisnis dan setiap produk yang kamu tawarkan. Ketahui visi, misi dan target bisnis yang kamu jalani. Semuanya untuk mengetahui dengan jelas, siapa target pasar kamu, apa yang kamu bisa tawarkan lebih dan apa target yang akan kamu capai.

Lakukan analisa SWOT (Strength, Weaknesses, Objectives, Threaths) terlebih dahulu. Untuk mengetahui lebih jelas, analisa SWOT ini bisa dilihat di artikel ini atau di artikel ini

Mempelajari dari kasus di atas, bukan berarti saya tidak melihat penjahit sepatu buatan tangan sebagai saingan. Kompetitor adalah menawarkan produk atau servis yang serupa. Yang saya ingin tekankan di sini adalah eliminasi beberapa pesaing yang mungkin bukan sebagai ancaman besar bagi bisnis kamu dan fokus kepada pesaing yang mempunyai persamaan yang lebih banyak dengan produk kamu.

2. Berteman dengan kompetitor.

Nah, sekarang kita cari tahu tentang saingan kita. Kompetitor bisa dibagi menjadi dua, yang sudah ada, artinya yang memang sudah jelas menjalani usaha yang sama dengan yang kita tekuni. Satu lagi, kita juga harus berhati-hati dengan kompetitor yang bakalan ada.

Untuk kompetitor yang sudah ada, kita lebih mudah melakukan riset untuk melihat kekuatan dan kelemahan mereka, melakukan analisa SWOT dan mencari celah untuk menawarkan produk dengan nilai jual yang kompetitif. Untuk melakukan ini, kita bisa dengan mudahnya langsung datang ke toko, melihat produk yang ditawarkan, melihat situasi di dalam toko dan merasakan langsung pelayanan yang ditawarkan. Sedangkan untuk toko yang berbasis online, kita bisa mengikuti aktivitas mereka di dunia maya seperti laman web dan beberapa jaringan sosial yang mereka gunakan; twitter, facebook, BBM, Whatsapp, dll.

Pelajari tentang kompetitor mu

Pelajari tentang kompetitor mu ~ link gambar

Untuk awalnya, kita bisa mempelajari produk-produk yang mereka tawarkan, apa keunikan dari produk tersebut, bagaimana cara mereka menawarkan produk mereka dan siapa saja yang menjadi target pasar mereka. Pelajari beberapa kelemahan atau kesalahan yang dibuat oleh kompetitor. Dari hasil pengamatan kita, lakukanlah strategi bisnis berdasarkan apa yang kita pelajari. Mungkin artikel ini bisa membantu kamu untuk merencanakan strategi bisnis kamu.

Berbeda dengan kompetitor yang sudah ada, kita harus lebih waspada lagi dengan kompetitor yang bakalan ada, bakalan muncul dan mungkin belajar dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Untuk mengatasinya, ada baiknya kita melakukan prediksi tentang kelemahan kita dan melakukan perbaikan sesegera mungkin sebelum orang lain yang mendeteksi kelemahan yang kita miliki.

3. Siapkan Alat Perang!

Semua analisa yang kita lakukan seperti di atas, tidak ada gunanya apabila kita tetap melakukan hal yang sama tanpa ada perubahan, inovasi, pengembangan atau pun peningkatan. Di sinilah berbagai strategi yang kamu dapat dari orang lain, dari teman, dari motivator, buku atau artikel, dapat diterapkan. Jangan takut untuk mencoba semua strategi yang dapat mendongkrak penjualan. Di dunia serba internet ini, kita bahkan bisa menanyakan langsung ke konsumen kita tentang apa yang mereka harapkan dari produk yang kita tawarkan.

Melawan persaingan ~ link gambar

Melawan persaingan ~ link gambar

Keuntungan dengan usaha seperti saya adalah fleksibilitas yang saya miliki ketika menjalankan berbagai strategi. Dalam minggu ini, saya bisa memilih apakah saya akan menawarkan diskon, harga khusus atau memberikan bonus produk. Tidak seperti perusahaan besar yang kadang memerlukan rapat untuk merencanakan satu strategi. Usaha pribadi seperti ini memiliki kebebasan dalam menyusun dan melakukan strategi yang tiba-tiba, sehingga sulit ditebak oleh pesaing kita yang lain. Banyak artikel menarik tentang beberapa strategi yang bisa kita jalani di dalam situs web: www.ciputraentrepreneurship.com

4. Carilah “Pasangan Bisnis”.

Perkembangan bisnis tidak melulu harus melalui inovasi produk atau variasi-variasi produk. Mungkin kamu lagi kehabisan ide dan tidak ketemu cara untuk menaikkan nilai jual produkmu, atau mungkin kamu sudah ketemu jalan buntu untuk membuat inovasi, jangan khawatir, masih banyak cara lain untuk mengembangkan usaha kamu. Perluaslah jaringan pasar.

Mencari Mitra Bisnis ~ link gambar

Mencari Mitra Bisnis ~ link gambar

Agen atau reseller adalah salah satu cara memperluas jaringan pasarmu, karena mereka mempunyai koneksi konsumen sendiri yang mungkin tidak kamu kuasai. Contohnya, berbagai reseller yang merangkap menjadi mahasiswa/i di suatu universitas yang berbeda dari universitas kamu atau bisa juga reseller yang bekerja di sebuah perusahaan yang berbeda dari kamu.

Cara lain juga bisa menawarkan produk kamu di toko atau perusahaan yang mempunyai target konsumen yang sama. Contohnya, apabila kamu membuat berbagai produk mainan untuk anak-anak, kamu bisa tawarkan untuk menjadi mitra usaha ke restoran yang biasa dikunjungi oleh keluarga.

5. Percaya Diri

Menjadi mata-mata memang menyenangkan dan seru, apalagi ketika kita dapat mencari setiap titik kelemahan dan kesalahan yang dimiliki oleh pesaing kita. Tapi ingatlah, seberapa banyak waktu yang kamu berikan untuk mempelajari kompetitor adalah seberapa banyak waktu yang terbuang untuk tidak memperhatikan bisnis kamu sendiri.

Percaya Diri! ~ link gambar

Percaya Diri! ~ link gambar

Percayalah bahwa bisnis kamu juga layak menjadi panutan oleh bisnis lain, lakukan inovasi, lakukan riset mendalam dan tarik semua kesempatan dan ide yang ada untuk membangun dan mengembangkan bisnis kamu. Carilah fleksibilitas, keuntungan, kekuatan yang kamu miliki dan fokuslah untuk selalu memberikan yang terbaik, tingkatkan kualitas dan menjadi ahli di setiap produk yang kamu tawarkan. Tanyakanlah kepada dirimu sendiri, apa target bisnis kamu untuk tahun depan, 3 tahun ke depan dan 10 tahun ke depan. Fokus kepada targetmu dan pecahkanlah rekor target kamu di tahun berikutnya. Jadilah pesaing bagi dirimu sendiri!

Keep Focus! ~ link gambar

Keep Focus! ~ link gambar

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba esai Ciputra Entrepreneurship 2013 dengan tema Bagaimana Menghadapi Persaingan sebagai Entrepreneur. Untuk lebih lanjut mengenai lomba tersebut, dapat dilihat di link ini –> #kontesesaiCE

2 thoughts on “Motivator nomor Satu

    • Enggak kok.. bahan flanel murah dan alat pendukungnya juga ga mahal. Modal awalnya malah bisa dibawah 200rb. Awalnya buat sample produk, kalo ada yg tertarik bisa bayar dp dulu trus kita beli bahan. Jdi awalnya produk tidak ready stock, tapi PO. Lama2 juga bisa ready stock.🙂
      Yang mahal itu kreativitas dan semangatnya harus jalan teruus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s