Movie Break: Thai

Seharusnya postingan ini untuk di post hari Minggu kemarin, tapi karena PLN iseng matiin lampu sampe 5x, akhirnya aku nyerah dan gak pegang laptop seharian. so here it is our belated post —

Minggu ini selain kita tidak mengejar-ngejar deadline, kita kebanyakan nonton film. Tema film-film yang kita tonton selama seminggu kemarin adalah Thailand movies. Film pertama yang kita tonton, Love of Siam. *warning: might contain spoiler*

Love of Siam cover

Love of Siam cover

Awal ceritanya menceritakan tentang dua orang yang bertetangga (Mew dan Tong) dan senang main bersama sampai salah satu dari mereka pindah kota karena ada sebuah kejadian. Pas SMA, mereka ketemu lagi dan perasaan kangen yang gak bisa digambarkan itu menjadi aneh. Apalagi saat Mew dan Tongnya saling tatap-tatapan “zing” “zing”, aku dan kakak langsung berteriak “They’re gaaaayyy..” Iya, kedua pemain utamanya cowok dan keduanya saling jatuh cinta.

Ceritanya di luar dari expectation karena filmnya mengangkat sisi cerita yang tidak umum. Tapi serunya, sang sutradara mengangkat beberapa cerita dari tokoh lain sehingga kita gak fokus sama love between the two man. Endingnya juga ok, tidak terlalu mengecewakan walaupun gak happy-happy banget.

Film ini beda dengan film Yes or No, film Thailand juga yang bercerita tentang lesbian lover. Kenapa kita jadi sering nonton film-film beginian? Karena ternyata film thailand itu banyak yang menceritakan tentang gay/lesbi, I think it’s very common in their society. Kalau film Yes or No ini, dari awal udah terlihat bahwa ini film gay dan it gets so tense and focus about them, kita sampai geli sendiri nontonnya. Padahal pemain ceweknya cantik-cantiik,, tapi ya tetap aja geli nontonnya, akhirnya kita gak jadi nonton. Rencana malah pengen nonton Yes or No yang kedua, tapi yang pertama aja udah nyerah.

Balik lagi ke Love of Siam, pemain utamanya, si Mario Maurer yang kelahiran 88 dan keturunan Thailand-German ini, ternyata udah sering mondar-mandir main film thailand. Akhirnya kita pun mencari film-filmnya demi melihat si Mario sambil ngences-ngences depan laptop.

Siapa yang gak ngiler ngeliat cowok ini... :)~~~

Siapa yang gak ngiler ngeliat cowok ini… :)~~~ (picture taken from here)

Film adek Mario (ehem) yang lumayan bagus lainnya adalah film A little Thing Called Love. Cerita berlatar belakang sekolah SMA dengan seorang cewek yang ngefaaaans banget dengan Mario. Siapa yang gak ngefans dengan diaa cobaa,, mungkin kalau aku di sekolah Mario bakalan jadi fans ternorak diaaaa… aaakkhh Marioooo.. Film ini juga bagus dan lucuuuu.

Film Thailand lain yang bagus, film Hello Stranger. Suka banget dengan cerita di film ini walaupun endingnya kurang greget. Maunya sih ada adegan2 ketemuannya gitu. Tapi overall bagus kok. Lalu si kakak juga nonton film First Kiss dan katanya bagus juga. Dan sekarang kita lagi nonton film Bangkok Traffic Love Story yang lucuuu… baru nonton seperempat filmnya aja udah dibikin ngakak.

Kalau dulu film Thailand identik dengan film-film hantu dan some of it are the best and scarier horror films of the year seperti Shutter. Tapi sekarang thai movies identik dengan film-film yang diisi cowok ganteng nan lucu. Next movie yang kita pengen nonton itu 4 romance yang pemainnya ganteeeeeng maak…. (coba aja search di youtubeee..)

Gitu aja kegiatan kita selain menjahit-jahit sampai tangan keseleo. Sekarang lanjut lagi ke deadline.

Btw, Did You Know?

Felt/Kain flanel ternyata bahan kain yang paling tua yang dikenal oleh manusia. Kain flanel terbuat dari anyaman, menekan-nekan serat benang menggunakan panas dan tekanan. Terbuat dari bahan wool, sehingga gampang dibentuk dan bisa menjadi lembut atau sangat keras dan kuat.

Carpet made from felt - picture taken from here

Carpet made from felt – picture taken from here

Kain flanel dulu sering menjadi bahan untuk tenda, sadel kuda/unta dan karpet. Sekarang kain flanel menjadi salah satu bahan yang digunakan di fashion design dan bahan kerajinan tangan lainnya.

Salah satu designer yang berhasil membuat karya-karyanya dari felt adalah Janice Kissinger dan dia bisa membuat berbagai kreasi dari bahan flanel seperti sepatu yang unik ini.

Felt Sutra shoes ~ picture taken from this blog

Felt Sutra shoes ~ picture taken from this blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s